Sholat jamak

Jangan Tinggalkan Sholat! Ini Cara Sholat Jamak

Teknogua.com – Umat Islam tentu tahu bahwa sholat fardhu hukumnya adalah wajib. Hal tersebut termasuk ke dalam rukun Islam yang kedua. Oleh karenanya, bagi siapa yang meninggalkan sholat termasuk ke dalam dosa besar. Sholat harus dilaksanakan dimana pun kita berada dan dalam keadaan apapun (kecuali dengan udzur).

Allah Subhanahu wa ta’ala tidak menyulitkan umatnya untuk beribadah. Ketika sedang sakit pun kita diberi keringanan untuk melaksanakan sholat secara duduk atau berbaring bagi yang tidak mampu. Atau diperbolehkan melakukan jamak dalam sholatnya.

Sholat jamak adalah meringkas atau menggabungkan dua sholat dan dikerjakan dalam satu waktu. Sholat jamak terbagi menjadi dua, yaitu jamak taqdim dan jamak takhir.

Sholat jamak taqdim yaitu menggabungkan dua sholat fardhu sekaligus dan dikerjakan di waktu sholat yang pertama. Yakni sholat dzuhur dan ashar, dikerjakan saat waktu dzuhur. Sholat maghrib dan isya’, dikerjakan saat waktu maghrib.

Sedangkan sholat jamak takhir adalah menggabungkan dua sholat fardhu sekaligus dan dikerjakan di waktu sholat yang kedua. Yakni sholat dzuhur dan ashar, dikerjakan saat waktu ashar. Sholat maghrib dan isya’, dikerjakan saat waktu isya’.

Dalam sebuah hadist, Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu berkata:

“Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam pernah menjamak antara sholat dzuhur dan ashar di Madinah bukan karena bepergian juga bukan karena takut. Saya bertanya: “Wahai Abu Abbas, mengapa bisa demikian?”. Dia menjawab: “Dia (Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam) tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya” (HR Ahmad).

Hadist lain yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, mengatakan:

“Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam jika berangkat dalam bepergiannya sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan sholat dzuhur ke waktu sholat Ashar. Kemudian beliau turun dari kendaraan dan beliau menjamak dua sholat tersebut. Apabila sudah tergelincir matahari sebelum beliau berangkat, beliau sholat dzuhur terlebih dahulu kemudian naik kendaraan” (Muttafaq ‘Alaih).

Selain orang sakit, hal yang diperbolehkan melakukan jamak sholat yaitu untuk musafir (orang yang sedang dalam perjalanan), hujan yang menyulitkan, keadaan mendesak yang tidak bisa ditinggalkan, ataupun keadaan sulit lainnya. Selain dari pada itu, maka tidak boleh untuk menjamak sholat, apalagi meninggalkan sholat.

Saat mengerjakan sholat ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti pada pembahasan berikut.

Niat dan Cara Melaksanakan Sholat Jamak

Saat melaksanakannya sholat jamak, kedua ssholat dilakukan secara berurutan tanpa diselingi aktivitas apapun. Jadi setelah salam, langsung berdiri untuk melakukan sholat kedua. Tidak perlu dzikir, mengobrol, atau aktivitas lainnya.

1. Niat Sholat Jamak Taqdim

 a. Niat sholat jamak taqdim yang dilakukan saat waktu dzuhur:

 “Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa,”.

Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan ashar, fardu karena Allah Ta’aala.”

Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjutkan dengan sholat ashar dengan bacaan niat:

 “Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku berniat sholat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.”

b. Niat sholat jamak taqdim yang dilakukan saat waktu maghrib:

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isya, dengan jama’ taqdim, fardu karena Allah Ta’aala.”

Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut dengan melaksanakan salat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku berniat sholat isya 4 rakaat dijamak dengan maghrib, dengan jama’ taqdim, fardhu karena Allah Ta’aala.”

2. Niat Sholat Jamak Takhir

a. Niat sholat jamak takhir yang dikerjakaan saat waktu ashar:

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu dzuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan ashar, fardhu karena Allah Ta’aala.”

Setelah selesai salat dzuhur, langsung dilanjut salat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu ashar 4 rakaat yang dijama’ dengan dzuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.”

b. Niat sholat jamak takhir maghrib dan isya’ :

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isya’, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.”

Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku berniat salat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.”

Sekarang sudah tahu kan hal apa saja yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan melakukan sholat jamak, serta bagaimana caranya? Sedemikianlah Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan keringanan dalam menjalankan ibadah sholat. Maka tidak sepatutnya kita untuk melalaikan perintah-Nya.

Pasti Kamu Suka

Bacaan Ruqyah

Waspada Ketempelan Jin! Ikuti Cara Ruqyah Ini

Teknogua.com – Saat ini, bukan hal yang asing bagi kita ketika mendengar kata ruqyah. Namun …