Belajar ilmu tajwid

Jangan Salah! Begini Aturan Tajwid Membaca Al-Quran

Teknogua.com – Membaca Al-Qur’an dengan tartil merupakan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala kepada seluruh umat islam. Namun saat ini masih banyak yang kurang memperhatikannya, hal tersebut disebabkan banyak faktor diantaranya sedikit orang yang mempelajari ilmu tajwid dengan benar.

Definisi ilmu tajwid menurut bahasa artinya membaguskan, sedangkan menurut istilah adalah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya. Hukum belajar ilmu tajwid adalah fardhu kifayah. Sedangkan hukum membaca Al Quran dengan tajwid adalah fardhu ‘ain.

Dalam surat Al-Muzzammil ayat ke-4ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam supaya membaca Al Quran secara seksama (tartil). Maksudnya ialah membaca Al Quran dengan pelan-pelan, bacaan yang fasih, dan merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu, sehingga berkesan di hati.

Perintah tersebut dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam, sebagaimana ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membaca Al Quran dengan tartil. Sehingga surah yang dibacanya menjadi lebih lama dari membaca biasa.

Riwayat lain mengatakan, “Aku melihat Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam pada hari penaklukan kota Mekah, sedang menunggang unta beliau membaca Surah Al-Fath. Dalam bacaan itu Beliau melakukan tarji’ (bacaan lambat dengan mengulang-ulang)” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Membaca Al Quran secara tartil mengandung hikmah, yaitu terbukanya kesempatan untuk memperhatikan isi ayat-ayat yang dibaca. Saat menyebut nama Allah, si pembaca akan merasakan kemahaagungan-Nya. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an harus sesuai dengan kaidah ilmu tajwidnya. Ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa mengamalkan seluruh hukum tajwid adalah wajib bagi orang yang membaca Al-Quranul Karim, sehingga orang yang meninggalkannya berdosa.

Mengapa mempelajari tajwid itu sangat penting? Karena satu saja kesalahan kata saat membaca Al – Qur’an akan memberikan kesalahan arti. Kesalahan yang dimaksud adalah lahn, secara bahasa yaitu menyimpang dari kebenaran. Sedangkan secara istilah yaitu kesalahan pada tilawah Al-Quran. Lahn sendiri terbagi menjadi 2, pertama adalah lahn jaly atau yang dimaksud kesalahan yang masuk pada lafadz sehingga merusak makna. Yang kedua lahn khofiy atau yang dimaksud sebagai kesalahan yang masuk pada lafadz sehingga merusak kesempurnaan sifatnya tanpa mengeluarkan dari tempatnya.

Lantas bagaimana cara membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang baik dan benar sesuai dengan kaidahnya? Dikutip dari buku Panduan Bahan Ajar Rumah Qur’an Bunda Aisyah, berikut penjelasan mengenai hukum-hukum tajwid.

 

A. Hukum Tajwid Qalqalah

Secara bahasa, qalqalah berarti bergetar. Sedangkan arti secara istilah pengucapan qalqalah yang sukun dengan getaran suara pada makhrojnya tanpa condong ke salah satu dari harakat yang tiga (fahthah, kasroh, dhomah). Huruf qalqalah ada 5 yaitu ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط) dan qaf (ق). Qalqalah terbagi menjadi dua yaitu

1. Qalqalah Kubra

Yaitu apabila waqaf pada huruf qalqalah (bertasydid atau tidak).

3. Qalqalah Sugra

Yaitu apabila huruf qalqalah (sukun) berada di tengah kata atau kalimat.

 

B. Hukum Nun Sukun dan Tanwin

1. Idzhar

Idzhar artinya jelas, secara istilah yaitu keluarnya huruf dari makhrajnya tanpa ada tambahan ghunnah. Disebut idzhar yaitu saat nun sukun ( نْ ) atau tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ ) bertemu dengan 6 huruf idzhar. Huruf tersebut adalah hamzah (ء),  ha’ (هـ ), ‘ain (ع), ha (ح ), ghoin (غ), dan kho (خ).

2. Idgham

Idghom artinya memasukkan, secara istilah berarti pengucapan nun sukun atau tanwin dengan memasukkan bunyi nun sukun atau tanwin tersebut ke dalam huruf-huruf idgham. Idghom terbagi menjadi 2, yakni:

a. Idgham Bighunnah

Yaitu apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ya (ي), nun (ن), mim (م), waw (و) maka dibaca dengung.

b. Idgham Bilaghunnah

Yaitu apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf lam (ل) dan ra (ر), maka dibaca melebur tanpa dengung.

3. Iqlab

Iqlab artinya merubah, secara istilah yaitu merubah nun sukun atau tanwin menjadi mim ikhfa’ (samar) disertai dengan ghunnah jika bertemu huruf ba (ب).

4. Ikhfa

Ikhfa artinya menyamarkan. Disebut ikhfa jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan 15 huruf ikhfa, yaitu ta’ ( ت ),  tsa’ ( ث ), jim ( ج ), dal ( د ), dzal ( ذ ), za’ ( ز ), sin ( س ), syin ( ش ), shad ( ص ), dhad ( ض ), tha ( ط ), zha ( ظ ),  fa’ ( ف ), qaf ( ق ), dan kaf ( ك ),. Cara membacanya adalah harus dibaca secara samar atau antara bacaan Izhar dan bacaan Idgham.

 

C. Hukum Mim Sukun dan Tanwin

1. Idghom Mimi/Mutamasilain

Yaitu apabila mim sukun bertemu dengan huruf mim (م). Cara pengucapannya harus disertai dengan ghunnah (mendengung).

2. Ikhfa Syafawi

Yaitu apabila mim sukun bertemu dengan huruf ba (ب). Cara pengucapannya mimtampak samar disertai dengan ghunnah yang panjang.

3. Idzhar Syafawi

Yaitu apabila mim sukun bertemu dengan huruf-huruf selain mim (م) dan ba (ب). Cara pengucapannya mim harus dibaca jelas.

 

D. Hukum Mad

Mad artinya tambahan, secara istilah berarti memanjangkan suara ketika mengucapkan huruf mad (alif, wau, ya’). Macam-macam mad sebagai berikut:

1. Mad Asli

Yaitu mad yang tidak dipengaruhi oleh sebab hamzah atau sukun, tetapi di dalamnya terdapat salah satu dari huruf mad. Panjang mad ini 2 harakat.

2. Mad Far’i

Yaitu mad yang dipengaruhi oleh sebab hamzah atau sukun. Panjangnya beragam, yaitu 2, 4, 5, dan 6 harakat.

Belajar ilmu tajwid memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena ilmu hukum bacaan tajwid sangat luas dan perlu dipahami dengan betul-betul. Untuk kamu yang menginginkan cara praktis belajar ilmu tajwid di sela-sela kesibukan, bisa belajar melalui aplikasi. Simak artikel 5 aplikasi belajar tajwid terlengkap di android.

Pasti Kamu Suka

Bacaan Ruqyah

Waspada Ketempelan Jin! Ikuti Cara Ruqyah Ini

Teknogua.com – Saat ini, bukan hal yang asing bagi kita ketika mendengar kata ruqyah. Namun …